twitter facebook instagram pinterest linkedin

Sky Cantiki

Menulis untuk hidup



Setiap seorang ibu kesal dengan seorang ayah, anaklah yang menjadi pelampiasan. Anak yang menjadi bahan omelan. Entah apa masalahnya anaklah yang menjadi bahan makian. Dimarahi tanpa tahu sebabnya, tanpa tahu apa kesalahannya. Pastilah seorang anak tidak menerima perlakuan ibunya itu. Ia membantah dan menjadi lebih keras atas perlakuan yang ia terima.

Bu, kami bukanlah pelampiasan setiap kemarahanmu kepada ayah. Kami anak-anakmu yang semestinya mendapatkan kasih sayang yang sebenarnya. Kami tidak peduli apa masalahmu dengan ayah, kami hanya ingin perlakuan baikmu yang selalu memberi kami kehangatan. Apa salah kami, Bu? Mengapa ibu memarahi kami padahal kesalahan tidak berpihak kepada kami? Mengapa ibu selalu menyalahkan kami? Apa wajah kami selalu mengingatkanmu dengan kesalahan ayah? Atau apa bu? Beri alasan yang jelas untuk kami mengetahuinya. Ibu benci ketika kami membantah ibu, tapi kelakuan ibu sendiri yang membuat kami semakin keras kepala, ibu yang membuat kami membantah, ibu memperlakukan kami dengan hal yang tidak kami suka. Ibu membuat kami tidak betah berada di rumah. Ibu mengisinya dengan kemarahan yang terus menerus. Urusi permasalahan ibu dengan ayah, tanpa melibati kami, tanpa kami yang menjadi korban pelampiasan. Kami memang tidak mengerti perasaanmu sebagai seorang istri, tapi kami akan memahaminya sebagai seorang anak sekaligus sahabat untukmu. Maaf jika ada kelakuan kami yang semakin menyinggung hatimu. Tapi kami hanyalah seorang anak yang selalu ingin diberi kasih olehmu, bu. Engkau adalah ibu, wanita yang kami hormati dan kami cinta, jangan beri kami perlakuan burukmu yang membuat kelakuan kami semakin memburuk. Seorang anak tergantung orang tuanya, bu.

Seorang anak adalah buah kasih, beri contoh terbaik untuknya. Janganlah memakinya, memberi perlakuan kasar jika ia tidak bersalah. Beri senyum kepadanya dalam keadaan hati apa pun. Mereka bukan pelampiasan kemarahanmu. Justru mereka adalah penyemangatmu untuk lanjutkan hidup seperih apa pun itu.



         Akan ada dimana seseorang hadir dalam kehidupanmu, yang baru mau pun yang telah lama engkau kenal. Seseorang itu memberi warna dalam hidupmu, dan bisa disebut dengan kenyamanan. Kenyamanan adalah faktor terpenting dalam segala hal, hubungan mau pun suasana.

         Percayalah hati begitu cepat jatuh kepada seseorang yang mampu membuatmu nyaman. Kamu akan lebih menaruh hati kepadanya, menginginkannya untuk tetep selalu memberi perhatian yang kamu suka. Setiap orang mempunyai cara masing-masing untuk membuat kamu merasa nyaman. Sederhana memang tapi begitu membekas dihati. Percayalah, kenyamanan akan datang setelah kesedihanmu. Akan ada seseorang lain yang mengisi sela dihatimu dan memberikan segala kenyamanan yang kamu rindukan. Semakin lama kenyamanan itu meresap dihati semakin besar pula rasa yang kamu miliki untuknya. Namun kenyamanan itu pun membuat perkara. Kamu harus hati-hati ketika kenyamanan itu menjadi sebuah rasa sayang. Menyayangi seseorang yang membuatmu nyaman bahkan lebih dari seseorang yang menyayangimu sejak lama.

         Dekat, komunikasi lebih, mulai perhatian, timbul rasa rindu, kemudian timbul kenyamanan. Fase itu tak lepas dari banyaknya kisah para pecinta. Banyak hati yang terbelenggu oleh kelalaian kenyamanan. Berhati-hati sebelum kenyamanan merusak apa yang telah dibina selama ini. Kenyamanan adalah rasa yang begitu hangat. Nyaman adalah segala rasa yang dibutuhkan setiap insan. berikan kenyamanan kepada seseorang yang mesti menerimanya.


Manusia bertemu dengan ribuan orang setiap harinya, dan di antara ribuan orang itu pasti ada yang akan menjadi bagian di hidupnya. Datang dan hilang, tampaknya itulah sifat manusia. Aku tidak mengerti mengapa banyak sekali seseorang seperti itu. Ia datang kemudian hilang, meninggalkan jejak di hati. Aku tahu, itu pasti ada sebabnya dan itu hanya sebelah pihak yang mengetahuinya.

Seseorang yang baru akan datang di kehidupan kamu dan menjadi seseorang yang mempunyai arti penting di dalam hidup kamu. Ia memberikan sejuta kebahagian setiap harinya, memberikan sebuah tawa, hingga terbentuk sebuah kenyamanan. Semakin lama semakin dalam rasa itu, semakin merasa bahagia ada di dekatnya. Sesaat tak bersamanya kamu akan merasa lebih hampa, seperti sandal yang hilang salah satunya. Sejauh apa pun dia, matamu akan selalu bisa mendeteksi keberadaannya, memperhatikan setiap tingkahnya. Siapa pun yang pernah datang berkunjung ke hatimu, kamu tidak pernah lepas darinya. Selalu ingin bersamanya.  Membuat hari-hari kecil menjadi lebih istimewa, menjalani kebersamaan, dan serasa semua beban menjadi nikmat ketika kamu bersamanya. Ada harapan ketika kamu menaruh hati lebih dalam lagi kepadanya. Selalu ingin berada di sampingnya, menjadi satu-satunya manusia yang mampu menghapuskan lukanya, dan yang paling utama adalah tidak pernah ingin kehilangannya.

Tetapi, tidak bisa dipungkiri semua yang datang akan hilang, akan pergi. Walau pun janji terucap suci tetapi hati bisa saja merubahnya. Lagi-lagi ini adalah faktor kenyamanan. Menyayangi seseorang seperti apa pun saat ini, belum tentu dikemudian hari akan tetap seperti ini. Ketika seseorang yang teramat kamu sayangi hilang jauh dari hidupmu ketahuilah faktor terbesar ada pada diri kamu yang mungkin ia tidak pernah ingin mengatakan yang sebenarnya. Jauh tersimpan di lubuk hati, merasa pedih saat ia pergi. Hari esok setelah ia menghilang hati selalu merasa kehilangan sosok sepertinya. Melupakan bukan cara terampuh dan termudah. Kamu munafik jika harus memaksa diri kamu terus melupakannya dalam ingatan kamu. Bersikap baik kepadanya walau pun dia terkesan tidak ingin kamu dihidupnya lagi. Menjauhlah perlahan, bersikaplah sepertinya yang hilang begitu cepat dari hidupmu.

Teruntuk seseorang yang telah hilang dari hidupku, hati selalu ingin membangun cerita seperti dulu walau mungkin kamu memiliki manusia baru yang jauh lebih bisa membuatmu bahagia. Aku sadar melupakanmu bukan cara terampuh untuk benar-benar bersikap biasa saja, tapi dengan hadirnya manusia baru pula di hidupku.



Aku percaya akan ada manusia baru yang akan hadir di kehidupanku, entah hari ini, esok, atau nanti. Tetapi yang pasti, seseorang itu akan hadir entah siapa pun mereka. Mereka hadir memberikan kenyamanan atau pun kebahagiaan. Percayalah, titik kenyamanan seseorang bisa saja berubah, mungkin jika saat ini merasa nyaman, esok bisa saja hilang.

Begitu pula dengan hidupmu. Kau akan mendapatkan manusia baru di hidupmu. Mereka mungkin bisa membuatmu lebih bahagia dan lebih merasa nyaman saat kau bersamanya dibanding bersamaku. Tak ada yang abadi, kata itulah yang membuatku sadar akan posisiku tidak akan terus seperti sekarang ini.

Aku yang biasanya jalan berdampingan denganmu, akan ada manusia lain yang berjalan di sampingmu sambil menggenggam tanganmu. Aku yang biasanya menerwakanmu saat kau terjatuh, akan ada manusia baru yang mengulurkan tangannya untuk membantumu berdiri. Aku yang biasanya lebih cepat marah, akan ada manusia baru yang selalu sabar menghadapimu. Aku yang biasanya peduli dalam cuek, akan ada manusia baru yang lebih memedulikanmu secara langsung. Aku yang biasanya mendorong kepalamu saat kau salah namun keras kepala, akan ada manusia baru yang mengelus kepalamu sambil tersenyum. Aku yang biasanya lari mendahuluimu dan berkata lelet, akan ada manusia baru yang merangkulmu berjalan sejajar denganmu. Aku yang biasanya lupa dengan hal spesial, akan ada manusia baru yang membuat hari spesial baru untukmu. Aku yang biasanya telat, akan ada manusia baru yang menunggumu selalu.

Banyak hal yang aku lakukan kepadamu yang bisa ia lakukan lebih baik lagi. Aku tidak ingin menutup kemungkinan jika nanti kau akan merasa lebih nyaman kepadanya karena aku yakin akan ada manusia baru yang kau anggap penting di hidup kamu nanti.

Akan ada manusia baru yang menggantikan posisi seseorang entah dengan status apa pun itu.
Newer Posts
Older Posts

Pemilik Ruang


Halo, selamat datang di Ruang Tenang! Senang mengetahuimu mengunjungi ruanganku, tempat aku melarikan diri dari kegaduhan dunia. Di sini kau akan bertemu sekat-sekat ruang dalam kepalaku yang begitu sesak menjadi untaian kata-kata.

Mari Berteman

Labels

Berdikari Jurnal Karya Teman Hidup

Blog Archive

  • ►  2022 (9)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2021 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2020 (11)
    • ►  Desember (3)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2019 (5)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2018 (5)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (2)
  • ▼  2015 (10)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ▼  Januari (4)
      • Pelampiasan Ibu
      • Kenyamanan
      • Datang kemudian Hilang
      • Manusia Baru
  • ►  2014 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)


FOLLOW ME @INSTAGRAM





Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates